BARITO TIMUR, MUI KALTENG – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Barito Timur resmi memasuki masa khidmat 2025-2030, setelah jajaran pengurusnya dikukuhkan pada Kamis, 12 Februari 2026. Pengukuhan MUI Barito Timur tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum MUI Provinsi Kalimantan Tengah, Prof. Dr. KH. Khairil Anwar, dalam suasana khidmat dan penuh semangat kebersamaan.

Prof. Khairil Anwar menegaskan bahwa MUI Barito Timur harus memperkuat peran ulama sebagai mitra strategis pemerintah daerah sekaligus pembimbing umat. Ia mengajak seluruh pengurus yang baru dikukuhkan agar menjaga marwah organisasi dan meningkatkan pelayanan keagamaan di tengah masyarakat.
“Kami berharap MUI Barito Timur masa khidmat 2025-2030 mampu menghadirkan program yang konkret, solutif, dan menyentuh kebutuhan umat. Ulama harus hadir memberikan pencerahan dan menjaga harmoni daerah,” tegasnya.

Susunan kepengurusan MUI Barito Timur yang dikukuhkan terdiri dari Ketua KH. Aspahani, Sekretaris Hajar Gunawan, dan Bendahara H. Ahmad Janawi. Ketiganya menyatakan komitmen untuk menjalankan amanah organisasi secara profesional, transparan, dan berorientasi pada kemaslahatan umat di Barito Timur.
Ketua MUI Barito Timur, KH. Aspahani, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan. Ia menegaskan bahwa kepengurusan baru akan langsung menyusun program prioritas, termasuk penguatan dakwah, pembinaan umat, serta sinergi dengan pemerintah dan ormas Islam.

“Kami siap bekerja maksimal dan merangkul semua elemen umat. MUI Barito Timur harus menjadi rumah besar umat Islam yang meneduhkan dan memberi solusi atas berbagai persoalan keagamaan,” ujar Aspahani.
Pengukuhan MUI Barito Timur masa khidmat 2025-2030 ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran ulama dalam pembangunan daerah. Seluruh pengurus bertekad menjaga soliditas internal, meningkatkan kualitas pelayanan keumatan, serta mengawal kehidupan beragama yang rukun dan harmonis di Kabupaten Barito Timur.







