Bahagia Menurut Islam

Bahagia Menurut Islam

Dr. Hj. Sanawiyah, S.Ag., M.H

MUI KALTENG – Hampir setiap manusia menginginkan kebahagiaan. Sejak bangun tidur hingga kembali beristirahat, berbagai aktivitas dilakukan demi memperoleh kehidupan yang dianggap bahagia. Sebagian orang mengejar kekayaan, jabatan, popularitas, ataupun kemewahan dengan keyakinan bahwa semua itu merupakan jalan menuju kebahagiaan.

Namun kenyataan menunjukkan bahwa tidak sedikit orang yang bergelimang harta justru mengalami kegelisahan, depresi, bahkan kehilangan makna hidup. Sebaliknya, banyak orang yang hidup sederhana tetapi mampu menjalani kehidupan dengan tenang, penuh syukur, dan damai.

Islam memandang bahwa kebahagiaan (as-sa’adah) bukan sekadar terpenuhinya kebutuhan materi, melainkan keadaan hati yang dekat kepada Allah SWT. Kebahagiaan sejati merupakan perpaduan antara kenikmatan dunia dan
keselamatan akhirat. Allah SWT berfirman:

Berikut Materi Dakwah….

Prof. Dr. H. Khairil Anwar, M.Ag.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah

Prof. Dr. H.M. Fatchurahman, M.Psi., M.Pd.

Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah