ARTIKEL TERBARU

MoU ini sangat penting sebab didasari oleh keinginan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia khususnya dalam bidang Keagamaan.
Konsep moderasi beragama yang diusung oleh MUI Kalteng mengacu pada konsep yang digagas oleh Kementerian Agama, dikombinasikan dengan kearifan lokal. Konsep ini bukan hanya bertujuan merubah pola pikir dan perilakku, tapi juga paradigma berfikir kepada semua pihak di Kalteng, sehingga kita dapat merawat keragaman yang ada.
Tujuannya untuk menginventarisir dan mendokumentasikan tokoh-tokoh ulama yang berperan di masyarakat.
Gerakan inipun akan dilakukan dengan kegiatan sosialisasi dan literasi fatwa secara offline di minggu ketiga bulan Agustus 2021.
Model kurikulumnya adalah model blended integratif, sehingga peserta PKU memperoleh gelar S1 dari prodi yang relevan di IAIN, sekaligus juga mendapat bekal ilmu keulamaan yang mumpuni dan dibutuhkan di masyarakat.
Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI Provinsi Kalimantan Tengah menyelenggarakan kegiatan ini selama 2 hari (Sabtu 24 April 2021 dan 25 April 2021) bertema "Tingkatkan Iman dan Ketakwaan menuju Ridha Illahi".
"Harapannya rencana program yang disampaikan oleh masing-masing bidang bisa dilaksanakan. Intinya harus ada peninggalan dalam bentuk tulisan atau buku yang bisa diterbitkan sebagai bahan bacaan bagi masyarakat, dan ini sangat penting", terang Khairil Anwar.
Rakor dipimpin langsung oleh Ketua Umum MUI Kalteng Dr. K.H. Khairil Anwar, M.Ag, didampingi oleh Wakil Ketua UmumDrs. H. Chairuddin Halim dan Sekretaris Umum Dr. H. Bulkani, M.Pd.
Rakor MUI Kalteng dilaksanakan pada Jum'at, 4 Maret 2021 Pukul 08.00-10.00 WIB. Diikuti oleh Pimpinan harian MUI Kalteng dan Pimpinan Harian MUI Kabupaten Kota Se Kalteng.
MUI kab/kota antusias menyambut program kerja yang dipaparkan, dan siap menjadi perpanjangan tangan program dengan ikut berpatisipasi menyukseskan program kerja tersebut.