Beranda Opini Wakaf Uang Untuk Pembangunan Infrastruktur (?)

Wakaf Uang Untuk Pembangunan Infrastruktur (?)

132
0

Sholahudin Al-Aiyub
Ketua MUI Bidang Ekonomi Syariah & Halal

Jagat media sosial ramai membincang hal itu.
Terutama setelah Presiden Jokowi mencanangkan Gerakan Nasional Wakaf Uang.
Wabil khusus setelah Menteri Keuangan menyinggung hal itu dalam statementnya.

Berbagai reaksi menyeruak. Ada yang mendukung. Ada yang menolak. Dan ada pula yang adem ayem. Yang mendukung berargumen, ini bagus karena ada sumber dana alternatif untuk pembangunan nasional. Yang menolak mempertanyakan, wakaf adalah dana umat, tidak boleh jadi sumber fiskal negara. Yang adem ayem beranggapan, ramai-ramai ini hanya sementara saja. Tidak akan ada tindaklanjutnya. Seminggu juga sudah pada lupa.

Berbagai reaksi tersebut menjadi tanda, wakaf sedang jadi perhatian nasional.
Suatu hal yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Mulai dari Presiden sampai dengan netizen, semua berbicara wakaf.
Ini bagus untuk pengenalan wakaf. Khususnya wakaf uang.

Di kolom opini koran nasional KH. Ma’ruf Amin menyebut, wakaf selama ini dikenal hanya untuk 3 M; Masjid, Madrasah dan Makam. Semua bersifat aset tetap, tidak bergerak. Belum banyak yang paham, ada jenis wakaf yang likuid, yaitu wakaf uang. Pemanfaatannya pun tidak terbatas untuk 3 M itu. Bisa untuk program kesejahteraan dan kemaslahatan umat.

Karakter wakaf memang unik. Ia harus produktif dan sustainable. Pokok harta wakaf harus tetap terjaga. Hasil kelolaannya yang dapat dialokasikan. Terutama untuk kemaslahatan umum. Karenanya ia disebut shadaqah jariyah. Yaitu sedekah yang pahalanya terus mengalir.

Dalam hal wakaf berupa aset, asetnya tidak boleh dijual. Manfaat dan hasil kelolaannya yang dapat ditasarufkan. Begitu pula wakaf uang. Pokoknya tidak boleh berkurang. Hasil investasinya yang boleh dialokasikan. Untuk membiayai kemaslahatan umat.

Baca selengkapnya di mui.or.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here