Beranda Opini Kembali Kepada Spirit Penciptaan

Kembali Kepada Spirit Penciptaan

118
0

Oleh: KH. Cholil Nafis, Ph.D.,
Ketua Komisi Dakwah Dan Pengembangan Masyarakat MUI Pusat

Sering kita mendengar ceramah-ceramah di mimbar agama, bahwa hidup ini ibarat “singgah minum” dalam sebuah petualangan panjang.

Singgah minum berarti sekedar mampir memenuhi kebutuhan atau bekal untuk melanjutkan perjalanan berikutnya yang sangat lama nan jauh.

Di sini dunia bersifat sementara, dan kampung akhirat sebagai tujuan akhir.

Alquran sendiri mengumpamakan kehidupan duniawi seperti air yang turun dari langit, lalu tumbuh tanaman-tanaman di bumi, ada yang dimakan oleh manusia dan binatang ternak (QS: Yunus: 24).
Kehidupan dunia merupakan fatamorgana, kehidupan yang tidak abadi, kebahagiaan yang menipu, dan kesenangan yang semu.

Dalam ayat lain dikatakan: Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu (QS. al-Hadid: 20).

Kemudian muncul pertanyaan, apa tujuan sebenarnya penciptaan alam ini kalau memang bersifat sementara? Bagi ilmuan sekular Barat sebagaimana dinyatakan oleh Robert Frager, seorang psikolog sufi asal Amerika, bahwa alam ini diciptakan tidak memiliki tujuan. Terciptanya alam karena faktor kebetulan yang disebabkan oleh hukum alam.
Pendapat para ilmuan Barat seperti Laplace, Sigmund Freud, Charles Darwin, Emil Durkheim, dan lain-lain mendasarkan pendapatnya pada teori-teori empirik. Teori-teori ilmiah dijadikan referensi melebihi dari keyakinan mereka. Tuhan bagi mereka adalah ilusi manusia yang tidak bisa dibuktikan secara ilmiah.

Lain halnya dalam pandangan Islam, bahwa alam ini diciptakan dengan tujuan yang sangat jelas. Di balik penciptaan alam terdapat maksud dan tujuan yang agung.

Baca selengkapnya di mui.or.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here